Contoh Sinopsis Buku yang Baik dan Benar - Dunia Dosen
Contoh sinopsis buku. Sekilas dengan melihat contoh sinopsis buku maka akan terasa mudah untuk dilakukan sendiri. Namun, benarkah demikian? Aktualnya, menulis sinopsis buku sama pusingnya dengan menulis isi dari buku itu sendiri. Sehingga perlu dipahami tekniknya supaya prosesnya menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih sempurna.
Sinopsis yang juga dikenal sebagai ringkasan dari suatu buku kemudian menjadi komponen penting dari sebuah buku. Lewat sinopsis inilah, calon pembaca dan pembeli buku bisa mengecek isi buku secara keseluruhan lewat rangkumannya yang singkat. Tidak sedikit yang kemudian tertarik untuk membeli buku tersebut dan membacanya.
Asalkan sinopsis ditulis dengan baik dan benar sekaligus diberi sedikit “bumbu” agar lebih menarik. Namun, isi dari sinopsis sudah tentu merefleksikan isi buku tersebut. Jadi, jika isi buku menyampaikan A maka sinopsis yang disusun juga harus menyampaikan A. Lalu, seperti apa proses penulisannya? Pengertian Sinopsis Buku
Melihat berbagai contoh sinopsis buku mungkin terlihat mudah untuk dipraktekan langsung. Supaya memang terasa sangat mudah maka kamu perlu memahami sinopsis buku dengan mendalam. Bisa dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Sinopsis buku diketahui merupakan ringkasan suatu buku yang ditulis dalam bentuk narasi.
Bentuknya yang berupa ringkasan kemudian sering disalah artikan sebagai resensi. Tentunya antara sinopsis dan resensi adalah dua hal yang berbeda. Resensi juga berupa ringkasan yang condong ke arah ulasan, sehingga di dalamnya terdapat pemaparan kelebihan dan kekurangan buku.
Sedangkan sinopsis murni berisi ringkasan dari isi suatu buku, sehingga tidak ada unsur kelebihan dan kekurangan di dalamnya. Sebagai ringkasan, sinopsis kemudian perlu berisi detail alur cerita dan konflik di dalam buku yang disampaikan sekilas. Selain itu, perlu diberi bumbu untuk menciptakan rasa tertarik dan penasaran bagi para pembaca.
Sehingga sinopsis kemudian masuk ke dalam bagian dari pemasaran buku. Keberadaannya bisa mendongkrak angka penjualan buku, karena bisa menyampaikan isi buku secara keseluruhan. Hal ini membantu calon pembeli dan pembaca menentukan apakah buku yang dipegang memang menarik atau tidak.
Jika memperhatikan semua contoh sinopsis buku dari buku-buku yang sudah terbit, maka disusun secara ringkas. Sekaligus menyampaikan narasi sesuai dengan isi buku yang sinopsisinya dibuat. Artinya sinopsis harus bisa mencerminkan isi buku, mampu menginformasikan isi buku meskipun secara sekilas.
Tidak boleh mengada-ngada dan tidak boleh melenceng dari isi buku sama sekali. Sebab akan membuat sinopsis tersebut tidak dapat mempresentasikan isi buku. Kemudian tidak dapat disebut sebagai sinopsis buku, yang kemudian bisa menurunkan kualitas buku secara keseluruhan.
Penulisan Kata Ulang pada Judul Buku Pengertian Sinopsis Menurut Para Ahli
Beberapa ahli juga diketahui menjelaskan definisi dari sinopsis, berikut beberapa ahli yang dimaksudkan: a. Haryanta
Ahli pertama yang menjelaskan definisi sinopsis adalah Haryanta. Dijelaskan bahwa sinopsis adalah ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu. Dijelaskan pula bahwa sinopsis biasanya dalam bentuk ringkasan dan ada pula yang dalam bentuk abstrak.
Inti atau ringkasan cerita kemudian menjadi sinopsis dan biasanya ikut diterbitkan. Jadi, jika diperhatikan pada buku cetak. Sampul belakang akan diisi sejumlah informasi. Salah satunya adalah sinopsis dari buku tersebut. b. Carpenter
Ahli yang kedua adalah Carpenter, menurutnya sinopsis adalah teks yang berisi kalimat naratif, penjelasan tentang masalah atau plot, karakter, dan bagaimana buku atau novel berakhir.
Pada sinopsis akan dijelaskan pula mengenai jalan cerita dan sampai ke konflik yang dialami oleh tokoh dalam cerita tersebut. Mayoritas sinopsis dibuat menggantung dan bertujuan untuk meningkatkan minat pembaca untuk membaca isi buku secara keseluruhan. c. Susanto
Berikutnya adalah definisi yang disampaikan oleh Susanto. Susanto menjelaskan, sinopsis adalah ringkasan suatu buku atau teks. Disampaikan pula bahwa sinopsis bisa digunakan untuk semua jenis tulisan.
Pada karya sastra, misalnya sebuah novel. Maka sinopsis merupakan ringkasan dari novel tersebut. Menjelaskan tentang siapa tokoh utamanya dan konflik yang dialami tokoh dalam cerita tersebut. d. Komarudin
Terakhir adalah pengertian yang dipaparkan oleh Komarudin. Menurutnya, sinopsis adalah suatu pernyataan yang singkat atau garis besar. Sinopsis bukan kesimpulan karangan.
Sehingga sinopsis tidak bisa disebut sebagai kesimpulan, melainkan ringkasan atau ulasan singkat jalannya cerita secara garis besar. Sementara kesimpulan biasanya berisi kesan dan pesan yang didapatkan penulis sinopsis usai membaca sebuah karya. Sehingga keduanya tidak sama. Unsur-Unsur Sinopsis
Dalam menyusun sinopsis, baik untuk buku, novel, dan buku ilmiah. Ada beberapa unsur yang dicantumkan di dalam sinopsis tersebut. Sehingga gabungan beberapa unsur ini kemudian bisa membangun sinopsis secara keseluruhan. Berikut unsur-unsur tersebut: 1. Karakter Tokoh
Unsur pertama yang terdapat atau yang dicantumkan di dalam sinopsis adalah karakter tokoh. Biasanya tokoh utama dan tokoh penting yang menyertainya, bisa antagonis.
Penulis sinopsis pada pembukaan akan menyebutkan nama tokoh utama dan karakternya secara sekilas. Sehingga tokoh dan karakter ini menjadi unsur penting dan bahkan wajib dalam sinopsis. 2. Kejadian yang Dianggap Dramatik
Unsur yang kedua di dalam sinopsis adalah kejadian yang dianggap dramatik. Bisa dikatakan sebagai konflik utama yang diangkat oleh penulis untuk membangun cerita tersebut.
Sinopsis perlu memberi gambaran mengenai masalah yang dihadapi oleh tokoh tanpa perlu menjelaskan solusi yang diambil tokoh tersebut. Cukup jelaskan detail konfliknya dan berikan ending yang menggantung agar pembaca semakin penasaran dengan isi buku. 3. Tempat dan Waktu
Unsur yang terakhir adalah tempat dan waktu yang menjadi setting dari penulis karya sastra tersebut. Sehingga dengan menyebutkan waktu, tempat, masa, atau zaman dimana cerita terjadi bisa menggambarkan interaksi dalam cerita.
Sekaligus bisa memiliki gambaran mengenai kondisi saat cerita terjadi. Misalnya saja saat penulis menggambarkan tokoh hidup di era 90-an, sehingga saat tidak ada istilah smartphone dan media sosial. Pembaca memakluminya atau memahaminya. Fungsi Sinopsis Buku
Sinopsis yang merupakan ringkasan dari isi suatu buku kemudian dipaparkan secara naratif sudah tentu memiliki fungsi. Sebab jika isi buku yang masih tersegel sudah bocor, maka akan muncul pemikiran “kenapa harus repot-repot membeli buku?”. Oleh sebab itu sinopsis perlu dirancang agar mampu menampilkan daya tarik buku tersebut.
Selain itu dibuat sesingkat mungkin agar enak dibaca dan juga mampu menyampaikan informasi mengenai isi buku dengan jelas dan lugas. Supaya lebih mudah membuat sinopsis buku sendiri. Maka bisa juga mengenal berbagai fungsi dari sinopsis tersebut, diantaranya adalah: 1. Berisi Gambaran Sekilas Tentang Isi Buku
Sinopsis tidak hanya bisa dijumpai pada buku fiksi namun juga buku non fiksi, misalnya buku hasil penelitian. Bahkan bisa juga ditemukan dalam proposal penelitian yang secara definisi satu sama lain tidak memiliki perbedaan. Begitu juga dengan isi dari sinopsis tersebut, dimana memberi gambaran tentang isi buku.
Jadi, fungsi pertama dari pembuatan resensi adalah menyediakan jembatan bagi calon pembaca untuk mengetahui isi buku secara garis besar. Dalam buku fiksi, sinopsis biasanya memaparkan konflik dan nama tokoh utama. Sehingga memberikan sedikit gambaran dari iis buku tersebut.
Informasi yang disajikan di dalam sinopsis kemudian membantu pembaca untuk menilai, apakah buku tersebut tepat untuk dibaca atau tidak. Sehingga membantu setiap pembaca untuk mendapatkan buku yang tepat tanpa perlu membeli banyak buku dan berakhir dengan teronggok di pojokan kamar. 2. Memaparkan Konflik di Dalam Suatu Buku
Khusus untuk contoh sinopsis buku fiksi, seperti novel maka di dalam sinopsis akan memaparkan konflik dari buku tersebut. Sehingga calon pembaca kemudian bisa mengetahui konflik atau permasalahan apa yang akan diangkat oleh penulis dalam karyanya.
Konflik tertentu bisa menjadi magnet bagi para pembaca untuk membeli dan membaca sebuah buku. Misalnya saja, dalam buku tersebut mengangkat konflik yang sedang hangat diperbincangkan. Otomatis akan dianggap lebih menarik dibanding buku lain dengan konflik yang sifatnya umum.
Penyampaian konflik juga ditemukan pada proposal penelitian, lebih tepatnya disebut dengan istilah rumusan masalah. Pada sinopsis proposal penelitian biasanya peneliti memaparkan mengenai masalah yang menjadi topik penelitian dan berbagai solusi yang diharapkan bisa mengatasinya.
Komentar
Posting Komentar